Profil Desa Wisata Paksebali

PROFIL DESA WISATA PAKSEBALI

KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG, PROVINSI BALI

Alamat : Jln Kesehatan Tlpn. ( 0366 ) 23359

 email : paksebali22914@gmail.com

Website : paksebali.com

 

 

A. LATAR BELAKANG

Pulau Bali merupakan pulau terkecil yang dikenal dunia dengan sebutan Pulau Seribu Pura atau Pulau Dewata, bahkan ada pula yang menyebutkan dengan Pulau Surga. Bali terkenal akan kebudayaannya. Bagaimana tidak, di setiap daerah maupun Desa yang ada di Pulau Bali ini masih melestarikan Seni dan Budaya yang kental sampai sekarang ini. Warisan Leluhur berupaSeni dan Budaya sangat menunjang daya tarik Wisatawan  terhadap Pulau Bali. Seperti halnya Desa Paksebali yang kini namanya sudah dikenal di Manca Negara. Desa Paksebali telah ditetapkan sebagai Desa Wisata sesuai Peraturan Bupati No 2 Tahun 2017 pada tanggal 19 Januari 2017.

Desa Paksebali merupakan satu dari 12 Desa di Kecamatan Dawan yang terletak di sebelah timur  Kota Semarapura yang berjarak 1 Km dari pusat kota Semarapura. Desa Paksebali juga salah satu Desa yang termasuk pendukung peraih Adi Pura, yang terdiri dari 5 Banjar Dinas  yaitu : Banjar Dinas Kanginan, Banjar Dinas Kawan, Banjar Dinas Peninjoan, Banjar Dinas Timbrah, Banjar Dinas Bucu.

B. SEJARAH SINGKAT DESA PAKSEBALI

       Desa Paksebali adalah desa yang memiliki cikal bakal yang sudah lama, setidak-tidaknya waktu bertakhta Dalem Watu Renggong di Gelgel, lebih kurang pada abad 15. Suatu bukti lain dapat kami ketengahkan, bahwa pada saat pemerintahan Dalem Pengarsa yang disebut juga Dalem Pemayun Bekung yaitu putra dari Dalem Watu Renggong, dimana I Gusti Pande Basa keturunan Dauh Bale Agung karena jasanya menaklukkan Suku Taliwang di Tuban diberikan suatu daerah oleh Dalem yakni daerah Dawan dan Sampalan (Kelod, Tengah dan Kaler). Sebenarnya daerah Sampalan Kaler itulah Desa Paksebali yang sekarang dan merupakan satu kesatuan Desa Adat dengan Sampalan Tengah (Sampalan Tengah Sekarang) dan Sampalan Klod (Sampalan Klod Sekarang). Sejarah berjalan terus yang lama kelamaan nama Sampalan Kaler berubah menjadi Subali. Subali terdiri dari kata Su dan Bali. Su artinya Amat dan Bali artinya Utama. Jadi Subali artinya Sangat Utama.

Kelak setelah pusat kerajaan berpindah dari Gelgel ke Klungkung, dimana pengikutnya sering mengadakan pembrontakan terhadap Raja Klungkung, maka daerah Subali yang terletak diperbatasan wilayah kerajaan Klungkung ditetapkan sebagai tapal batas. Dengan demikian masyarakat Subali merupakan patriot-patriot terdepan dalam penanggulangi serangan–serangan dari luar yang mau mengganggu Raja Klungkung dari utara.

Karena fungsi dan kedudukan Desa Subali sangat penting artinya dalam mempertahankan Kerajaan Klungkung, maka diperlukanlah orang-orang yang setia baik dalam kata maupun tindakan. Maka berubahlah sebutan Desa Subali menjadi Desa Paksebali. Paksebali terdiri dari dua suku kata yaitu Pakse dan Bali. Pakse artinya Pendapat, Bali artinya Utama. Jadi Paksebali artinya Pendapat yang utama. Memang demikianlah keadaannya, bahwa sangat diperlukan pendapat-pendapat yang konsekwen dan utama dalam mempertahankan daerah/Desa Paksebali yang merupakan pintu masuk ke Kerajaan Klungkung, disamping pendapat-pendapat utama dalam membela keadilan dan kebenaran.

Dalam Profil ini data yang ditampilkan adalah data Tahun 2018 dan sekaligus data dasar pengisian Profil dalam meninjau perkembangan pembangunan Desa Paksebali satu tahun kedepan.

C. LUAS WILAYAH

Luas wilayah Desa Paksebali adalah 275,32 Ha. Dari luas wilayah tersebut pemanfaatan lahan wilayah menurut jenisnya dapat dirinci sebagai berikut :

NO.

JENIS PENGGUNAAN

DATA

2018

LUAS

 (Ha)

(%)

1 2 3 4
1

2

3

4

5

6

Tanah Perumahan dan Pekarangan

Tanah Sawah

Tanah Perkebunan

Tanah Kering

Tanah Fasilitas Umum

Lain-lain

165,19

82,60

27,53

60

30

10

TOTAL 275,32 100

 

Disamping jarak tempuh yang cukup dekat, juga ketersediaan sarana angkutan umum yang melalui wilayah Desa Paksebali serta kebanyakan penduduk telah memiliki sarana kendaraan roda dua serta ditunjang dengan sarana jalan dengan keadaan bagus sekaligus Desa Paksebali memiliki potensi pasar yang menjanjikan hal ini tentunya sangat mendukung perkembangan perekonomian dan pelaksanaan pertumbuhan pembangunan  Desa Paksebali. Wilayah Desa Paksebali termasuk dataran rendah, yang sebagaian besar terdiri dari tanah tegalan dengan kesuburan tanah cukup tinggi, sehingga hasil perkebunan sangat mendukung kesejahteraan masyarakat.

D. POTENSI WISATA

Banyak yang bisa dikembangkan di Desa Paksebali sehingga layak dijadikan sebagai Desa Wisata. Selain dengan adanya potensi yang mendukung Desa Wisata ini , masyarakat pun ikut serta dalam pengembangan Desa wisata melalui menjaga kebersihan lingkungan. Dalam sehari wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Paksebali bisa mencapai 200 orang perhari. Para wisatawan tersebut dari berbagai kalangan dan berbagai daerah, bahkan sampai wisatawan domestik maupun non domestik.

a. Taman Seganing

Taman Seganing merupakan tempat melukat atau pembersihan diri dengan sarana air suci. Bukan hanya masyarakat setempat saja yang boleh melakukan pembersihan diri dengan cara melukat, namun wisatawan yang berkunjung ke Desa Paksebali pun dapat juga melakukannya. Pembersihan diri dengan cara melukat di Taman Seganing ini bertujuan untuk mengihilangkan mala yang ada pada diri manusia itu sendiri.

b. Kali Unda

Air terjun tirai begitulah biasanya para wisatawan menyebut kali unda. Kali unda merupakan sungai terbesar yang ada di Kabupaten Klungkung. Kali unda sekarang sudah menjadi tempat wisata yang banyak diminati oleh wisatawan asing maupun lokal.  Di Kali Unda bukan hanya digunakan tempat untuk selfi namun juga bisa digunakan tempat untuk Praweeding. Kini di kali Unda juga terdapat 2 buah bebek dayung yang dapat di sewa oleh para wisatawan yang berkunjung, serta sarana tempat makan.

c. Perbukitan

Jalur yang melalui Bukit Mandean, Bungkit Tangkid Putih dan Bukit Mas ini menampilkan pemandangan alami persawahan dan Gunung Agung. Selain itu, dapat dilihat juga pemandangan laut dan Pulau Nusa Penida. Keberadaan trecking di perbukitan Paksebali memperkuat posisi Paksebali sebagai Desa Wisata.

E. POTENSI SENI DAN BUDAYA

Bali tidak lepas dengan seni dan budayanya. Tanpa adanya seni dan budaya nama Bali tidak akan bisa dikenal oleh Dunia. Begitu juga halnya dengan Desa Paksebali yang tidal lepas dengan seni dan budaya. Selain potensi fisik yang ada, potensi seni dan budaya sangat berperan penting dalam pengembangan Desa Wisata. Potensi Seni dan Budaya yang ada di Desa Paksebali, antara lain :

  1. Tari Lente

Tari Lente merupakan tarian sakral yang biasanya ditarikan pada saat piodalan di Pura Panti Timbrah tepatnya pada saat pahing Piodalan. Tarian ini ditarikan oleh para remaja putri penduduk setempat.

2. Lukat Gni

Lukat Gni merupakan salah satu tradisi yang ada di Desa Paksebali yaitu Puri Satria Kawan, dimana sarananya menggunakan api. Tradisi ini biasa dilakukan oleh para pemuda dan penglingsir Puri. Lukat Gni dilakukan setahun sekali tepatnya pada malam Pengrupukan Tilem Sasih Kesanga. Tujuan dari dilakukannya Lukat Gni ini adalah untuk menetralisir unsur negatif pada diri.

3. Dewa Mesraman

Dewa Mesraman juga termasuk salah satu tardisi unik yang ada di Paksebali tepatnya di Pura Panti Timbrah yang biasanya dilakukan setiap 6 bulan sekali yaitu saat Hari Raya Kuningan.

F. Potensi Kerajinan/Home Indsutri

Sebagian besar masyarakat Desa Paksebali mata pencahariannya sebagai pengrajin. Ini membuat tipisnya pengangguran di Desa Paksebali. Home Industri disini tidak hanya dilakukan oleh para orang tua namun dilakukan juga oleh remaja maupun anak-anak SD. Banyak usaha yang dikembangkan disini, contohnya : Usaha Bludru Prada, Usaha Payung Adat, Usaha Tenun, Usaha Endek, Usaha Gambelan Bali, Usaha Lukisan, Usaha Sarana Upakara Adatdan Usaha Anyaman Daun Kelapa ( Klangsah ). Potensi ini sangat membantu daya tarik wisatawan terhadap Desa Paksebali. Wisatawan tidak hanya dapat melihat dan menikmati, namun juga bisa ikut belajar cara membuatnya.